Negeri Matahari Terbit
-Pemuda yang mencemaskan masa depannya
dan mulai mengubah sikap, pola pikir, kebiasaan.
Dialah yang akan menyongsong masa
depannya dan masa depan bangsanya-
Jepang. Jepang. Jepang. Jepang. Jepang,
sebuah negara di Asia, tepatnya Asia timur. Negara kepulauan dengan 4 pulau
utama. Honshu, Hokkaido. Kyushu, dan Shikoku. Negara maju di bidang ekonomi dan
penghasil produk bruto terbesar nomor dua di dunia. Standar hidup dan angka
harapan hidup di Jepang sangat tinggi. Ya, begitulah yang terlintas pertama
kali ketika mendengar kata “Jepang”.
Jepang tentu memiliki keterikatan
atau hubungan dengan negara-negara di dunia, khususnya Indonesia. Kali ini,
kita akan membahas tentang kebijakan Jepang di Indonesia di bidang militer,
pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya pada masa pendudukan Jepang di Indonesia.
Pertama, di bidang militer. Dalam
rangka mempertahankan pmempertahankan kedudukannya di kawasan Asia, Jepang
tentu menyadari bahwa mereka sangat
membutuhkan bantuan. Maka pemerintah militer Jepang mulai mengorganisir rakyat
Indonesia, khususnya para pemudanya. Maka dimulailah pembentukan barisan pemuda
semi militer maupun militer. Tujuan awal pembentukan adalah untuk mendidik dan
melatih para pemuda agar mampu mempertahankan tanah air Indonesia dari serangan
sekutu. Berbagai barisan pemuda yang berbentuk ada yang semi militer dan ada
yang berbentuk militer.
1.
Seinendan (barisan pemuda)
dibentuk antara bulan maret dan april 1943. Dengan angoota para pemuda usia 15-34 tahun.
dibentuk antara bulan maret dan april 1943. Dengan angoota para pemuda usia 15-34 tahun.
2.
Keibodan (barisan pembantu
polisi/ pejuang kewaspadaan)
dibentuk pada 29 April 1943. Dengan anggotanya berusia 25-30 tahun.
dibentuk pada 29 April 1943. Dengan anggotanya berusia 25-30 tahun.
3.
Gakotai (barisan pelajar)
4.
Heiho
Bagian dari AD dan AL Jepang, dibentuk pada bulan April 1943. Dengan anggta pemuda usia 18-25 tahun. pada awalnya dimaksudkan untuk membantu pekerjaan kasar militer seperti membangun kubu dan parit pertahanan, menjaga tahanan, dll. Dalam perkembangannya, seiring semakin sengitnya pertempuran, Heiho dipersenjatai dan dilatih untuk diterjunkan di medan perang
Bagian dari AD dan AL Jepang, dibentuk pada bulan April 1943. Dengan anggta pemuda usia 18-25 tahun. pada awalnya dimaksudkan untuk membantu pekerjaan kasar militer seperti membangun kubu dan parit pertahanan, menjaga tahanan, dll. Dalam perkembangannya, seiring semakin sengitnya pertempuran, Heiho dipersenjatai dan dilatih untuk diterjunkan di medan perang
5.
Jawa Hokkokai (kebaktian
rakyat Jawa)
Rakyat Jawa harus berbakti kepada Jepang. Jepang menancapkan kebijakannya
dan bermaksud memanfaatkan rakyat Indonesia untuk kepentingannya.
Kedua, di bidang pendidikan. Ketika masa pendudukan Jepang,
kondisi pendidikan di tanah air berlangsung lebih buruk daripada masa
pemerintahan Hindia-Belanda. Sistem pembelajaran dan kurikulum ditunjukkan
untuk kepentinhgan perang. Para pelajar diberikan slogan Hakko Ichiu yang
secara harfiah berarti delapan penjuru dunia di bawah satu atap. Slogan itu
ditunjukkan untuk menciptakan kawasan kemakmuran bersama di Asia timur raya
(Asia Pasifik) dalam perang dunia II. Jepang juga mengindoktrinasi para guru
dengan slogan tersebut. Ini diperparah dengan diperkerjakannya para guru
sebagai pejabat dalam pemerintahan Jepang. Meski demikian, ada dua hal positif
dalam hal pendidikan. Pertama, bahasa pengantar pendidikan yang digunakan
haruslah bahasa Indonesia. Bahas Indonesia juga dijadikan mata pelajaran wajib.
Kedua, sistem stratifikasi sosial menempatkan golongan bumiputera diatas
golongan lain kecuali Jepang. Ini dimaksud agar jepang bisa mendapat hati
rakyat Indonesia.
Ketiga, bidang ekonomi. Pada masa pendudukan Jepang di
Indonesia Jepang ingin menjadikan Indonesia sebagai basis bagi kepentigan
militer sekaligus industri-industrinya. Untuk itu, Jepang kemudian mengendalikan
sepenuhnya seuruh aktivitas ekonomi. Terjadi eksploitasi besar-besaran dalam
segala sumber daya alam dan manusia Indonesia. Dengan cara menyita aset-aset
ekonomi, melakukan pengawasan yang kuat dalam bidang ekonomi, melakukan
kebijakan self-sufficiency. Hal ini semakin parah dengan adanya setorn wajib
dan merosotnya pangan dan meningkatnya kelaparan akibat semakin terdesaknya
kondisi politis dan militer Jepang.
Keempat, bidang sosial dan budaya. Digalakkannya susatu
sistem yang disebut dengan romusha. Yaitu suatu sistem kerja paksa yang
dilakukan oleh Jepang terhadap rakyat Indonesiapada tahun 1942-1945. Para petani
diwajibkan mengikuti romusha. Mereka dikirim untuk bekerja di berbagai tempat
di Indonesia serta Asia Tenggara. Selain romusha, Jepang juga merekrut para
perempuan dari berbagai Asia untuk dijadikan penghibur bagi tentara Jepang. Kegiatan
ini disebut dengan jugun ianfu. Di bidang budaya, Jepang berusaha memaksakan budaya
seikerei, yaitu budaya kebiasaan memberi hormat ke arah matahari terbit dengan
cara membungkukkan badan. Itu dilakukan karena orang Jepang sangat menghormati
kaisarnya, yang mereka anggap sebagai keturunan dewa matahari. Selain itu,
pemerintah Jepang juga membangun pusat kebudayaan yang diberi nama keimin
bunkei shidoso. Pembangunnya bertujuan untuk mewadahi perkembangan kesenian
bangsa Indonesia. Akan tetapi, lembaga ini juga digunakan oleh pemerintah
jepang untuk mengawasi dan mengarahkan kegiatan keseniannya tidak menyimpang
dari kepentingan jepang.
Begitulah kebijakan-kebijakan jepang terhadap bangsa
indonesia pada masa pendudukan jepang di Indonesia. Melihat kondisi Indonesia
yang dulu ditindas oleh jepang dan sekarang yang masih, boleh dikatakan, masih
tertinggal jauh dari jepang. Apakah Indonesia bisa menyamai atau bahkan
melebihi Jepang? Mungkinkah? Bisa! Kita lihat secara kondisi terlebih dahulu. Kita
bandingkan sumber daya alamnya. Kita lihat faktanya. Indonesia jauh memiliki
pontensi sumber daya alam dibanding dengan jepang. Di daratnya, potensi tambang
batubara termasuk salah satu yang terbesar di dunia. Potensi sumber daya
hutannya, jepamg tentu nggak ada apa-apanya. Potensi sumber daya lautnya, yah
apalagi, jauh banget deh. Sekarang kita lihat dari jumlah penduduknya. Tentu nggak
usah dibahas lagi. Indonesia memiliki jumlah penduduk yang jauh lebih banyak
daripada jepang. Semua potensi itu hanya perlu pengoptimalan, khususnya dari
sumber daya manusianya. Pelu lebih dikembangkan. Ditambah dengan kita akan
memperoleh bonus demografi pada tahun 2045. Dimana pada tahun tersebut, usia
muda atau usia produktif akan lebih dominan. Maka, dengan usaha kita bersama,
kita dapat menyamai jepang. Atau bahkan melebihinya. Ayo berubah! Kita bisa!
Komentar
Posting Komentar